Jenis-jenis Push Button yang Paling Umum Digunakan

Pengertian sederhana dari istilah push button adalah tombol tekan. Namun jika pengertian ini mau dibuat lebih spesifik lagi maka defenisi tombol tekan button push adalah sebuah tombol kontrol yang dioperasikan dengan cara ditekan yang kemudian menghasilkan tindakan teknis operasional pada sebuah jaringan, baik jaringan mekanis mau pun jaringan sistem kelistrikan.

Contoh tombol tekan dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan sakelar listrik, tombol peringatan kebakaran, tombol tuas emergency pada alat transportasi, dan tombol-tombol lain yang dioperasikan pada kondisi darurat. Meskipun demikian, penggunaan metode tombol tekan pada berbagai macam unit aplikasinya masih sangat luas, hampir semua bidang yang berhubungan dengan sistem electrical dan mekanikal memiliki tombol tekan.

Meskipun teknik operasional setiap tombol tekan hampir selalu sama, namun button with push  operational sendiri memiliki  setidaknya tiga jenis yang berbeda berdasarkan fungsinya. Kira-kira apa sajakah jenis push button tersebut? Berikut uraian lengkapnya.

3 Jenis Push Button Berdasarkan Fungsinya

Jika dilihat dari sistem kerjanya, tombol tekan sendiri memiliki durasi kerja yang sangat pendek. Button akan bekerja ketika tombol ditekan, dan akan kembali menjadi seperti sedia kala ketika tekanan dilepaskan. Namun karena kemampuan kontrolnya yang kuat, button push  selalu ditempatkan untuk wilayah-wilayah pengendalian yang strategis dan mudah dijangkau.

Setidaknya ada tiga jenis tombol  tekan yang paling umum digunakan berdasarkan fungsinya. Ketiganya adalah Kontak Normally Open (NO), Kontak Normally Close (NC) dan, Kontak Normally Open kombinasi Normally Close (NO + NC). Untuk lebih memahami ketiga jenis tipe button ini, berikut penjelasannya satu-persatu.

1. Kontak Normally Close (NC)

Lebih mudah memahami tombol push button satu ini dengan istilah yang lebih familiar yakni knop stop. Sistem yang digunakannya adalah memutuskan hubungan listrik secara instan ketika button atau tombol mengalami penekanan, dan akan terhubung kembali ketika knop stop dilepaskan. Sesuai dengan namanya, button stop biasanya digunakan untuk melakukan tindakan stop (penghentian) arus listrik dalam kondisi tertentu.

2. Kontak Normally Open (NO)

Jenis-jenis Push Button

Button normally open atau NO adalah kebalikan dari knop  stop. Jika fungsi daripada stop knop adalah memutuskan aliran listrik saat tombol ditekan, maka button NO justru menyambungkan aliran listrik ketika ditekan. Oleh karena itulah button jenis ini pada umumnya banyak digunakan sebagai tombol start atau knop starter. Ketika tombol ditekan aliran listrik akan mengalir secara instan, sebaliknya ketika tombol dilepas aliran listrik menjadi terputus kembali.

3. Kontak Kombinasi Normally Close dan Normally Open (NC + NO)

Prinsip kerja dari tombol tekan jenis ini adalah gabungan antara kontak normally open dan kontak normally close. Jadi, tombol dengan satu poros yang sama dapat dioperasikan sebagai knop start mau pun juga knop stop. Secara umum tipe button jenis ini lebih efisien dan praktis. Contoh sederhananya dapat dilihat pada stop kontak kelistrikan rumah tangga.

Secara sederhana tombol kombinasi NC dan NC adalah switch kontak yang beralih fungsi secara bergantian ketika dilakukan penekanan.  Kontak NO pada kondisi release dapat beganti menjadi NC pada saat ditekan, sementara NC ketika ditekan berubah menjadi NO saat kondisi release.

Pengoperasian push button tergolong sangat mudah dan familiar untuk digunakan. Selain itu tombol dengan sistem kerja seperti ini juga termasuk  sangat aman, bahkan jika dioperasikan oleh seseorang yang mungkin tidak begitu berpengalaman pada saat darurat. Tak heran dengan segala keunggulannya ini, tombol tekan digunakan sangat luas di masyarakat.

 

Dapatkan harga push button terbaik hanya di temtera.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *