Perbandingan Antara Jalan Aspal Dan Jalan Beton, Mana Yang Lebih Baik?

Dalam konstruksi jalan, yang paling umum dibuat adalah jalan aspal dan jalan beton. Akhir-akhir ini juga semakin banyak yang mulai menggunakan beton untuk menggantikan aspal sebagai bahan pembuatan jalan. Tetapi, jika digunakan untuk jalan, sebenarnya mana yang lebih baik, aspal atau beton?

Perbandingan Jalan Aspal dan Jalan Beton

Perbandingan Antara Jalan Aspal Dan Jalan Beton

Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jalan beton mampu menahan beban kendaraan yang lebih kuat dibanding jalan aspal. Selain itu, jalan beton juga lebih tahan dengan genangan air dan juga banjir sehingga tidak mudah rusak ataupun berlubang.

Dengan segala ketahanannya tersebut, perawatan untuk jalan beton justru lebih mudah dibanding jalan aspal sehingga biaya yang dikeluarkan pun juga lebih murah. Material untuk pembuatannya juga lebih mudah didapatkan. Jika dilihat dari sisi saat membuatnya, jalan beton dapat dibuat bahkan tanpa adanya perbaikan pada struktur tanahnya terlebuh dahulu.

Namun tentu saja ada kekurangan dari jalan beton ini. Kualitas jalan beton yang dibuat sangat bergantung dengan proses pembuatannya, misalnya apabila pengeringan terlalu cepat, maka dapat muncul keretakan. Sehingga saat proses pembuatannya harus benar-benar diawasi agar tidak ada kesalahan. Selain itu, saat proses pembuatan juga menentukan kehalusan sekaligus gelombang jalan.

Biaya perawatan jalan betonmemang murah, tetapi biaya konstruksinya yang mahal terutama untuk jalan yang kapasitas berat kendaraannya tinggi. Warna dari jalan beton juga sebenarnya bisa berpengaruh pada pengendara karena menimbulkan suasana yang gersang dan keras.

Sementara itu, kelebihan dari jalan aspal adalah jalanannya nyaman bagi penge dara karena halus dab mulus serta tidak bergelombang. Warna hitamnya juga bisa semakin menambah kenyamanan saat berkendara dibanding jalan beton.

Biaya konstruksi jalan aspal juga lebih murah dibanding jalan beton dan perawatannya juga lebih mudah, tinggal mengganti pada area yang rusak saja. Hanya saja, jalan aspal tidak tahan genangan air sehingga mudah rusak dan berlubang dan harus dilengkapi dengan sistem drainase.

Saat akan dibuat jalan pun, struktur tanahnya harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditumpangi jalan aspal. Berbeda dengan jalan beton yang bisa langsung begitu saja.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tentu kedua jenis jalan dapat diterapkan semua di tempat-tempat yang cocok. Jadi sebenarnya, setiap jenis jalan tentu memiliki jatah dan porsinya masing-masing.

Namun demikian, dalam bidang konstruksi bangunan, aspal dan beton dapat melengkapi satu sama lain. Misalnya, untuk menghindari kebocoran pada atap beton dan juga membuatnya kedap air dan kedap suara, biasanya digunakan waterproofing dari aspal.

Waterproofing membran dari aspal merupakan salah satu waterproofing yang umum dan favorit digunakan karena tahan dari perubahan cuaca termasuk cuaca ekstrem sekalipun. Ada banyak sekali jasa waterproofing yang ada, dan dari sekian itu, yang menyediakan waterproofing aspal selalu menjadi salah satu yang terfavorit.

Waterproofing yang mengandung bahan dari aspal disebut sebagai membrane bakar. Bentuknya berupa lembaran dan juga dicampur dengan bahan penguat dan juga polyester. Membrane bakar biasa digunakan pada atap beton, dak beton, bahkan kamar mandi.

Untuk bisa mendapatkan waterproofing ini, sebaiknya Anda cari atau datang saja ke penyedia jasa tersebut. Biasanya, penyedia jasa tersebut juga akan menyediakan pekerja yang akan membantu memasangkan waterproofing.

Namun ingat juga, saat memilih jasa waterproofing sebaiknya berhati-hati. Ada banyak penyedia jasa, termasuk jasa waterproofing membrane bakar di luar sana, sehingga jika tidak berhati-hati Anda bisa mendapat yang kualitasnya buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *